The seedless breadfruit is found in Brunei, Indonesia, and Malaysia, where it is called sukun. It is commonly made into fritters and eaten as snacks. Breadfruit fritters are sold as local street food. In the Philippines, breadfruit is known as rimas in Tagalog and kolo in the Visayan languages.
Similar to Sukun Goreng, the chips are also made of very young Sukun fruit. The flesh is sliced thinly, and is soaked in water and salt solution to get rid of resin and harden the texture.
Noun sukun (plural sukun-sukun) A diacritic (ـْ) used in the Arabic abjad to mark the absence of a vowel.
Mature sukun has a potato-like flavor with a scent reminiscent of freshly-baked bread with a touch of dried henna leaves. Young sukun is more vegetal in taste, similar to artichoke.
Daun sukun yang besar dan tebal sering digunakan sebagai pembungkus makanan alami yang ramah lingkungan dan beraroma khas. Di beberapa tempat, daun ini juga dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional, misalnya untuk membantu menurunkan tekanan darah.
sukun Arabic script has numerous diacritics, which include: consonant pointing known as iʻjām (إِعْجَام), and supplementary diacritics known as tashkīl (تَشْكِيل).
Buah sukun (Artocarpus altilis) tergolong dalam keluarga Moraceae iaitu sama dengan pokok ara dan nangka. Di Malaysia, pokok sukun mempunyai dua musim pengeluaran di waktu puncak sepanjang tahun.
Sukun memiliki beragam manfaat untuk kesehatan tubuh. Ketahui manfaat sukun, mulai dari mencegah anemia hingga membuat kulit lebih sehat.
Sukun sesungguhnya adalah kultivar yang terseleksi sehingga tak berbiji. Kata "sukun" dalam bahasa Jawa berarti "tanpa biji" dan dipakai untuk kultivar tanpa biji pada jenis buah lainnya, seperti jambu klutuk dan durian.